Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan

UPTD Pengelolaan Kebudayaan Daerah Jawa Barat

Alamat : Jalan Bukit Dago Selatan No. 53 A

Telepon : (022) 2504912 - Fax : (022) 2514368

Email : email@uptdkebudayaan.jabarprov.go.id

- Taman Budaya, Museum Sri Baduga, Tugu Monumen Perjuangan, Gedung Kesenian Rumentang Siang, Pengembangan Psat Kebudayaan, Gedung Indonesia Menggugat, Rumah Inggit Garnasih, Pondok Seni, Rumah Angklung. -

Konten Berita

Generasi Muda Tak Tertarik Sejarah

Posted on Feb 14, 2017

Bandung, 14 Februari 2017

Sumber Berita : Retno Heriyanto (Pikiran Rakyat)



Generasi Muda Tak Tertarik Sejarah  



     BANDUNG, (PR).-

     Pemahaman tentang sejarah di kalangan generasi muda harus lebih terarah dan sistematis. Banyak sejarah daerah tak diketahui generasi sekarang karena lebih menekankan pada peristiwa, bukan nilai. Demikian diungkapkan Kepala Balai Pengelolaan Museum Negeri Jawa Barat Sri Baduga, Sajidin Aries, seusai mendampingi kunjungan Pensiunan Pegawai Negeri Sipil se-Kecamatan Arcamanik, Selasa (14/2/2017). Para peserta itu datang menggunakan enam unit Bandros (Bandung Tour On The Bus).

     "Ketertarikan generasi sekarang terhadap peristiwa sejarah sangat minim, bahkan kurang menyukai. Ini karena ada anggapan bahwa sejarah identik dengan peristiwa yang terkait waktu, tempat dan nama pelaku," ujar Aries. Padahal menurut Aries, peristiwa sejarah tak selalu terkait nama tempat, pelaku, dan waktu. "Justru yang saat ini banyak dicari dan dipelajari peneliti dari luar adalah hal-hal yang berkaitan dengan nilai-nilai dalam peristiwa tersebut," ujarnya.

     Oleh karena itu, kata Aries, perlu dicari upaya agar generasi muda menyukai hal-hal yang berkaitan dengan sejarah bangsa. "Untuk itu, perlu ada upaya-upaya pemberian pemahaman yang lebih terarah dan sistematik," ujar Aries. Nani Wijaya, seorang peserta tur pensiunan PNS se-Kecamatan Arcamanik, mengakui bahwa selama ini penyampaian sejarah bangsa kepada kalangan generasi muda, kurang menarik. "Bahkan, saat ini generasi muda makin kebingungan dengan berbagai infomasi sejarah masa lalu. Soalnya, kini muncul berbagai hasil penelitian terbaru tentang sejarah atau peristiwa masa lalu. Hasil penelitian itu mengungkapkan adanya sejarah yang dibelokkan di masa lalu dan baru terungkap kebenarannya belakangan," ujarnya. Dia menambahkan, selain harus memuat data-data yang autentik dan dapat dipertanggungjawabkan, sejarah masa lalu bangsa atau daerah, harus disampaikan secara menarik. "Museum sebagai bagian dari penyampai semua hal yang berkaitan dengan sejarah, bertanggung jawab, dan berkewajiban menyampaikannya," ujar Nani.

     Sementara itu, sejumlah mahasiswa yang sedang melakukan penelitian dan mencari data di Perpustakaan Museum Sri Baduga mengatakan, data yang ditampilkan kurang lengkap. Selain itu, penyajian dan petugas pendamping kurang menguasai informasi soal koleksi dan data. "Masih banyak perbaikan yang harus dilakukan museum-museum kita. Selain kelengkapan koleksi, kualifikasi data dan petugas pendamping harus ditingkatkan. Soalnya, ketertarikan pada koleksi ada pada petugas pendamping juga data yang mampu mengundang rasa penasaran," ujar Dewi, mahasiswa ilmu budaya dari salah satu perguruan tinggi di Bandung. 

     Memasuki tahun 2017, untuk meningkatkan daya tarik kunjungan ke Museum Negeri Jawa Barat, Balai Pengelolaan Museum Negeri Jabar Sri Baduga akan menata ulang koleksi. Selain itu, sejumlah masterpiece yang selama ini menghuni tempat penyimpanan, akan ditampilkan di ruang pamer. (Retno Heriyanto).


- Balai Pengelolaan Museum Negeri Sri Baduga -



Klik Album





     

Video

Kepala UPTD Pengelolaan Kebudayaan Daerah Jawa Barat


Drs. ERICK HENRIANA, M.Si
NIP : 19641120 199002 1 001

Profil Pejabat Dinas

Statistik Web

Jumlah Pengunjung :

Alamat IP Anda

Paduan Suara

Museum di Hatiku