Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan

UPTD Pengelolaan Kebudayaan Daerah Jawa Barat

Alamat : Jalan Bukit Dago Selatan No. 53 A

Telepon : (022) 2504912 - Fax : (022) 2514368

Email : email@uptdkebudayaan.jabarprov.go.id

- Taman Budaya, Museum Sri Baduga, Tugu Monumen Perjuangan, Gedung Kesenian Rumentang Siang, Pengembangan Psat Kebudayaan, Gedung Indonesia Menggugat, Rumah Inggit Garnasih, Pondok Seni, Rumah Angklung. -

Konten Berita

Kunjungan Ahli Konservasi Kertas Jepang

Posted on Nov 25, 2016



Kunjungan Ahli Konservasi Kertas Jepang

Pada tanggal 19 dan 20 Oktober 2016, Museum Negeri Sri Baduga kedatangan Prof. Isamu Sakamoto. Beliau adalah pengajar di Universitas Surugadai, Tokyo, Jepang. Selain itu, beliau adalah Konservator, ahli pengawetan dan rekonstruksi kertas. Kedatangannya ke Indonesia bukan yang pertama kali, sebelumnya beliau juga turut serta merekontruksi dokumen-dokumen yang rusak akibat tsunami Aceh.

Kedatangannya kali ini ke Indonesia berkaitan dengan pameran tentang kulit kayu di Museum Tekstil, Jakarta. Mereka berniat memamerkan produk-produk yang dihasilkan dari kulit kayu, salah satunya naskah kuno yang terbuat dari daluang.

Sakamoto membantu mengidentifikasi jenis kertas yang dipergunakan pada koleksi naskah yang dimiliki oleh Museum Negeri Sri Baduga dan jenis tinta yang dipergunakan, serta memberikan peringkat berdasarkan “kesehatan” kertas. Pada saat kegiatan ini, beliau didampingi oleh konservator dari Museum Negeri Sri Baduga, Pamong Budaya, dan Pengelola Koleksi. Selain itu, juga diseleksi  naskah berbahan daluang yang akan dipamerkan di Museum Tekstil. Naskah berbahan daluang koleksi Museum Sri Baduga yang terpilih  untuk dipamerkan sebanyak tiga buah  antara lain; Syarh Umm al Barahi, dan dua buah naskah sastra.

Prof. Isamu Sakamoto juga memberi masukan tentang untuk menjaga kondisi naskah yang ada tidak lekas rusak dengan menjaga suhu dan kelembaban  ruang penyimpanan tetap stabil. Caranya dengan memasang alat pendingin ruangan selama 24 jam dan menjaga suhu di ruang penyimpanan koleksi naskah dengan perbedaan suhu  maksimal 5° C di bawah suhu  luar ruangan. Suhu tersebut ideal untuk mempertahankan usia naskah. Untuk mengurangi kelembaban udara di ruangan dianjurkan dipasang dehumidifier dan silica gel di lemari penyimpanan koleksi. Hal lain yang harus diperhatikan adalah sinar ultraviolet, baik dari sinar matahari langsung maupun dari lampu. Untuk mengurangi resiko tersebut, disarankan agar koleksi naskah tidak terpapar sinar matahari langsung dan sinar lampu degan menjauhkan tempat penyimpanan naskah dari jendela dan lampu. Jenis lampu di ruang penyimpanan disarankan menggunakan lampu LED atau memasang filter anti sinar ultraviolet untuk lampu non LED.



           

Sumber Berita : Rizki Maulana



  




Video

Kepala UPTD Pengelolaan Kebudayaan Daerah Jawa Barat


Drs. ERICK HENRIANA, M.Si
NIP : 19641120 199002 1 001

Profil Pejabat Dinas

Statistik Web

Jumlah Pengunjung :

Alamat IP Anda

Paduan Suara

Museum di Hatiku